TAPTENG, bicarasumut.com || DPRD Tapanuli Tengah menemukan bantuan bencana yang belum disalurkan dan masih menumpuk di gedung kantor bupati baru. Temuan ini didapat dalam inspeksi mendadak yang dilakukan pada Rabu, 25 Maret 2026, setelah menerima banyak laporan masyarakat.
Anggota DPRD Tapteng dari Fraksi NasDem, Ardino Tarihoran, mengatakan sidak dilakukan untuk memastikan kebenaran laporan tersebut.
“Kami sidak menindaklanjuti banyaknya laporan masyarakat terkait bantuan yang belum disalurkan. Setelah dicek, memang benar masih banyak bantuan menumpuk di gedung kantor bupati baru,” kata Ardino.
Menurut dia, DPRD belum mengetahui alasan pemerintah kabupaten belum mendistribusikan bantuan tersebut.
Sejumlah bantuan yang ditemukan antara lain produk makanan, kebutuhan bayi, beras, sirup, odol, minyak tawon, hingga perlengkapan rumah tangga seperti springbed. Selain itu, DPRD juga menemukan tumpukan kayu olahan dan gerobak sorong (angkong) dalam jumlah besar.
“Ada sekitar 21 item di dalam kontainer. Kita tidak tahu apa alasan bantuan itu belum disalurkan,” ujarnya.
Anggota DPRD lainnya yang ikut pada sidak itu, Musliadi Simanjuntak, menilai bantuan tersebut seharusnya sudah disalurkan, mengingat kondisi masyarakat yang masih terdampak bencana.
“Sekarang musim hujan, masyarakat butuh angkong untuk membersihkan rumah. Seharusnya sudah dibagikan, bukan disimpan,” ucap Musliadi.
Ia juga mengingatkan potensi kerusakan pada bantuan makanan dan kebutuhan bayi jika terlalu lama disimpan.
“Jangan sampai bantuan makanan ini kedaluwarsa. Ini harus segera disalurkan,” tegasnya.
Temuan lain yang menjadi perhatian DPRD adalah banyaknya kayu olahan yang berada di lokasi tersebut. Ketua Fraksi Gerindra DPRD Tapteng, Deni Herman Hulu, meminta pemerintah daerah menjelaskan asal-usul dan peruntukan kayu tersebut.
“Kami terkejut melihat banyaknya kayu olahan. Apakah itu kayu banjir yang diolah atau dari sumber lain? Ini harus dijelaskan ke publik,” kata Deni.
Ia menilai transparansi penting, mengingat masyarakat terdampak bencana juga membutuhkan material untuk memperbaiki rumah mereka.
Ketua Fraksi NasDem DPRD Tapteng, Niko Septian Sitompul, mengatakan hasil sidak akan dilaporkan ke pimpinan DPRD untuk ditindaklanjuti.
“Kami belum tahu apakah bantuan itu sengaja disimpan atau bagaimana. Tapi yang jelas, laporan masyarakat itu terbukti,” ungkapnya.
Ia menegaskan DPRD menunggu penjelasan resmi dari Pemerintah Kabupaten Tapteng terkait alasan belum disalurkannya bantuan tersebut.
Di tengah kondisi masyarakat yang masih membutuhkan, temuan ini menambah daftar pertanyaan mengenai tata kelola bantuan pascabencana di daerah tersebut. (red)






