Gambar – Kadis Dinkes Sibolga, Sri Wahyuni (kanan) saat memberikan santunan kepada anak yatim dan foto bersama usai acara pengajian Majelis Taklim.
SIBOLGA, bicarasumut.com || Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sibolga menggelar pengajian Majelis Taklim Raudhatul Jannah yang dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada 150 anak yatim di Aula Dinkes Kota Sibolga, Kamis (12/03/26). Kegiatan berlangsung dalam suasana kebersamaan di bulan suci Ramadan.
Pengajian tersebut merupakan agenda rutin keluarga besar Dinkes yang digelar setiap Kamis pada minggu kedua setiap bulan. Khusus pada Ramadan, kegiatan dipadukan dengan aksi sosial berupa pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Sibolga, Sri Wahyuni, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut.
“Alhamdulillah, tahun ini jumlahnya lebih banyak dari tahun kemarin. Ada 150 anak yatim yang dapat kita kumpulkan dan kita berikan santunan,” kata Sri Wahyuni.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Dinkes dan para donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu anak-anak yatim, khususnya di bulan Ramadan.
Menurutnya, berbagi tidak selalu diukur dari besarnya bantuan yang diberikan, tetapi dari keikhlasan dan niat baik untuk membantu sesama.
“Semoga apa yang kita berikan menjadi amal kebaikan dan Allah membalasnya dengan keberkahan rezeki, kemudahan dalam setiap urusan, kesehatan, serta kesuksesan bagi anak-anak kita di dunia dan akhirat,” ujarnya.
Kegiatan itu juga diisi ceramah keagamaan oleh Ustaz Supratman yang menyampaikan tausiah tentang pentingnya memperkuat keimanan, kepedulian terhadap anak yatim, serta semangat berbagi pada bulan Ramadan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan secara simbolis kepada para anak yatim. Di akhir kegiatan, keluarga besar Dinkes Kota Sibolga juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah serta permohonan maaf lahir dan batin. (ril)









