TAPTENG, bicarasumut.com || Direktur Perumda Air Minum Tirta Nauli Sibolga, Khairunnas Panggabean, meninjau Water Treatment Plant (WTP) Sarudik, Rabu (29/6/26), setelah menerima laporan terjadinya pelemparan batu oleh orang tak dikenal yang mengakibatkan kaca kantor dan ruang laboratorium di fasilitas pengolahan air tersebut pecah.
Khairunnas mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB, Rabu pagi. Aksi pelemparan mengakibatkan kaca ruang laboratorium, ruang kantor, dan pos jaga pecah. Sejumlah peralatan laboratorium juga dilaporkan mengalami kerusakan.
“Sekitar pukul 07.00 WIB saya mendapat laporan dari petugas di WTP Sarudik. Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Patut kami duga ini merupakan upaya menakut-nakuti atau meneror petugas agar tidak berani bekerja di lokasi,” kata Khairunnas kepada Wartawan saat meninjau lokasi..
Menurutnya, lokasi WTP Sarudik merupakan pusat pengolahan air bersih yang memasok kebutuhan masyarakat Kota Sibolga dan sebagian wilayah Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Karena itu, Khairunnas menilai aksi perusakan tersebut bukan hanya merugikan perusahaan, tetapi juga berpotensi mengganggu pelayanan publik apabila operasional instalasi terganggu.
“Kami adalah pelayan masyarakat. Kalau tindakan seperti ini terus terjadi, tentu dapat mengganggu pelayanan air bersih. Ini bukan lagi persoalan perusahaan semata, tetapi menyangkut kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Khairunnas meminta Kapolres Tapteng memberikan perhatian khusus terhadap kasus tersebut dan segera mengungkap pelaku.

Ia mengaku khawatir aksi perusakan dapat berkembang menjadi bentuk sabotase terhadap fasilitas pengolahan air apabila tidak segera ditangani aparat penegak hukum.
“Saya sangat khawatir jika sampai terjadi sabotase terhadap sumber air. Karena itu kami meminta kepolisian memberikan atensi serius terhadap persoalan ini,” ucapnya.
Khairunnas juga mengatakan berdasarkan informasi yang diterimanya, aksi pelemparan terjadi ketika seluruh petugas sedang berada di area intake untuk membersihkan sumber air sehingga kantor dalam keadaan kosong.
Kondisi tersebut, menurut dia, mengindikasikan pelaku mengetahui situasi di lokasi sebelum melakukan aksinya.
“Memang tugas pegawai disini saat itu sedang berada diatas, di Intake di atas membersihkan sumber air, sehingga tidak ada orang disini, dikantor ini, mereka semua keatas sana untuk membersihkan sumber air, jadi, kami menilai atau menduga mereka sudah tau, pelaku ini sudah tau bahwasanya tidak ada yang bertugas atau berjaga disini,” imbuhnya.
Saat ditanya apakah peristiwa tersebut berkaitan dengan sengketa lahan antara Perumda Tirta Nauli dan Sahat Sihombing di kawasan WTP Sarudik, Khairunnas mengaku tidak ingin mengaitkan keduanya.
Menurutnya, perkara perdata mengenai kepemilikan lahan telah diputus hingga Mahkamah Agung dan telah berkekuatan hukum tetap. Yang masih terjadi saat ini, kata dia, hanyalah perbedaan penafsiran terhadap amar putusan.
“Saya berharap persoalan kami dengan Pak Sahat Sihombing tidak merembet ke hal seperti ini. Saya juga tidak yakin ada hubungannya,” ujarnya.
Khairunnas juga menepis dugaan yang mengaitkan peristiwa tersebut dengan salah seorang anak Sahat Sihombing yang bekerja saat ini di Perumda Tirta Nauli.
“Karena saya yakin dan percaya anak bapak Sihombing ini yang bekerja di kami pasti juga pro kepada perusahaan, karena beliau adalah pegawai bagian dari perusahaan ini. Saya percaya pegawai kami bekerja secara profesional dan berpihak kepada perusahaan tempatnya bekerja. Saya tidak yakin ada kaitannya dengan kejadian ini,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan hal tersebut masih sebatas dugaan dan sepenuhnya menjadi kewenangan kepolisian untuk mengungkap fakta di lapangan.
Perumda Tirta Nauli memastikan akan segera membuat laporan resmi ke Polres Tapteng agar peristiwa tersebut diproses sesuai ketentuan hukum.
“Kami menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk mengusut kasus ini. Yang paling penting bagi kami adalah pelayanan kepada hampir 100 ribu jiwa pelanggan di Kota Sibolga dan sebagian Kabupaten Tapanuli Tengah tidak terganggu,” tandasnya.









