SIBOLGA, bicarasumut.com || Pelabuhan Sibolga terus mempercepat transformasi digital melalui penerapan sistem pembayaran non-tunai (cashless) yang mulai diberlakukan penuh sejak 1 Juni 2026. Kebijakan itu menjadi bagian dari upaya perusahaan memodernisasi layanan kepelabuhanan sekaligus meningkatkan efisiensi transaksi bagi pengguna jasa.
Sejak diterapkan, seluruh transaksi pembayaran di Pelabuhan Sibolga dilakukan secara non-tunai. Pelindo menyebut proses pembayaran berlangsung lebih cepat, mudah, aman, dan praktis. Pengguna jasa pun dinilai mampu beradaptasi dengan sistem baru tersebut tanpa kendala berarti.
Penerapan pembayaran digital ini juga disebut merupakan hasil kolaborasi antara pengelola pelabuhan, mitra kerja, dan para pengguna jasa. Selain memangkas penggunaan uang tunai, sistem tersebut diharapkan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas transaksi serta memperkuat tata kelola layanan kepelabuhanan.
Branch Manager Pelindo Multi Terminal Sibolga, Muhammad Ikhlas, mengatakan implementasi pembayaran non-tunai merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
“Implementasi sistem pembayaran non-tunai merupakan bagian dari upaya kami dalam meningkatkan kualitas layanan kepada pengguna jasa. Ke depan, kami akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan agar sistem ini dapat berjalan secara optimal serta memberikan kemudahan, kenyamanan, dan pengalaman layanan yang semakin baik bagi seluruh pengguna jasa Pelabuhan Sibolga,” ujar Muhammad Ikhlas.
Menurut dia, evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan sistem berjalan optimal sekaligus menyesuaikan kebutuhan pengguna jasa di lapangan.
Melalui digitalisasi sistem pembayaran tersebut, Pelabuhan Sibolga menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan kepelabuhanan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Langkah ini juga menjadi bagian dari agenda transformasi digital perusahaan dalam membangun pelayanan yang profesional, transparan, efisien, dan berkelanjutan. (ril/red)








