TAPTENG, bicarasumut.com || Warga Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), menyegel kantor lurah setempat, pada Jumat (24/4/26). Aksi tersebut dipicu kekecewaan masyarakat terhadap penyaluran bantuan bencana yang dinilai kurang transparan dan minim sosialisasi.
Penyegelan dilakukan dengan menumpuk material seperti kayu dan seng di depan pintu kantor lurah, sehingga aktivitas pelayanan terganggu.
Aksi ini terjadi bertepatan dengan penyaluran bantuan stimulan pemulihan ekonomi dan penggantian perabot pascabencana senilai Rp8 juta per penerima yang dilakukan di Kantor Pos Pandan.
Warga memprotes karena penerima bantuan tersebut berasal dari data penerima bantuan jadup (jaminan hidup) tahap I yang telah dicairkan sebelumnya. Sementara itu, bantuan jadup tahap II yang dijanjikan kepada warga lain hingga kini belum juga direalisasikan.
Menanggapi situasi tersebut, anggota DPRD Tapteng dari Fraksi NasDem, Ardino Tarihoran, yang turun ke lokasi meminta masyarakat menahan diri dan tidak melakukan tindakan melanggar hukum.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bersabar. Jangan melakukan tindakan yang melanggar hukum,” ujarnya.
Ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) melalui BPBD dan Dinas Sosial untuk lebih terbuka dan aktif melakukan sosialisasi terkait mekanisme penyaluran bantuan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Hal senada disampaikan anggota DPRD Tapteng dari Fraksi Gerindra, Deni Herman Hulu. Ia mengungkapkan bahwa DPRD telah beberapa kali menggelar rapat pembahasan penanganan bencana dengan mengundang pihak eksekutif, namun tidak dihadiri.
“Kami sudah beberapa kali mengundang Bupati dan OPD terkait untuk membahas persoalan ini, tetapi tidak pernah hadir,” ketusnya.
Kedua legislator tersebut berharap masyarakat tetap menahan diri sembari menunggu kejelasan dari pemerintah.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kelurahan Sibuluan Nalambok maupun Pemkab Tapteng terkait polemik tersebut. (red)








