Gambar – Kantor Dinas Kesehatan Kota Sibolga
SIBOLGA, bicarasumut.com | Diketahui, Dinas Kesehatan merupakan instansi yang bertanggungjawab terhadap pengadaan obat-obatan di setiap Puskesmas.
Untuk itu, wartawan kemudian mencoba mengonfirmasi Kadis Kesehatan Sibolga dr. Hotma Nauli Hutagalung di kantornya, Jumat (22/3/2024), terkait kekosongan obat di Puskesmas yang dikeluhkan oleh warga pasien BPJS.
Namun sayang, sambutan staf di kantor tersebut sangat tidak bersahabat.
Salah seorang staf wanita yang ditanya terkait keberadaan Kadis Kesehatan mencoba mengelabui wartawan dengan mengatakan bahwa para petinggi di kantor tersebut sedang ada kegiatan di luar.
Sementara menurut salah seorang staf pria yang ditemui setelah wanita itu mengatakan, bahwa dr. Hotma sedang rapat di kantor itu.
Wartawan pun mencoba menunggu hingga rapat usai. Tak disangka, mantan Direktur Rumah Sakit Umum FL. Tobing tersebut malah melarikan diri dari belakang, mencoba menghindari wartawan.
Hotma terlihat keluar kantor dan langsung menuju ke sebuah mobil Rush yang parkir di halaman Mess Pemprov Sumut yang ada disebelah kiri gedung kantor Dinas Kesehatan Sibolga.

Gambar – Di duga Mobil Kadis Kesehatan Sibolga dr. Hotma Nauli Hutagalung yang Menunggu, parkir di halaman Mess Pemprov Sumut
Sebelumnya, wartawan menerima keluhan warga pengguna BPJS terkait kosongnya obat-obatan di Puskesmas Sambas, yang beralamat di jalan Tongkol.
Katanya, ada 2 jenis obat yang stoknya kosong saat itu. Dokter pria tersebut kemudian katanya menuliskan resep dan menyuruhnya untuk membeli ke apotik.
“Kebetulan aku dan istriku yang berobat. Punyaku 1 jenis kosong kata dokter itu, punya istriku pun 1 jenis kosong juga. Kata dokter itu, kebetulan stoknya kosong, jadi beli di apotik aja ya, biar saya kasih resepnya,” kata pria yang tak ingin namanya disebutkan ini dengan nada kecewa.
Karena tak ingin berdebat dengan kekosongan obat tersebut, ayah 2 anak tersebut pun menerima resep dokter dan dengan berat hati pergi menebusnya ke apotik.
“Sebenarnya kesal juga kita, kok bisa kosong obat. Apakah karena kami pasien BPJS makanya diperlakukan seperti itu. Tapi ya udahlah, kutebus jugalah obatnya ke apotik,” pungkasnya. (rif)









