Kacau Pendataan Bantuan Bencana di Tapteng, Gubsu Bobby: Kalau ditandatangani Bupati, warga pasti dapat

TAPTENG, bicarasumut.com || Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution melontarkan pernyataan menohok saat meninjau kawasan bantaran sungai di Simpang BKKBN, Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Ia menyebut, tersendatnya penyaluran bantuan pascabencana seperti Jaminan Hidup (Jadup), Dana Tunggu Hunian (DTH), hingga bantuan rumah, sangat bergantung pada persetujuan Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu.

 

Pernyataan itu disampaikan Gubsu Bobby di hadapan warga yang mengeluhkan kacau-balau pendataan bantuan, meski bencana telah berlalu lebih dari empat bulan. Sejumlah warga mengaku telah berulang kali menyerahkan data, namun tak kunjung menerima bantuan.
“Kalau Jadup, DTH, bantuan rumah, itu sebenarnya datanya, kalau boleh jujur-jujuran pak ya, tergantung bupati. Kalau bupatinya teken nama bapak, bapak langsung dapat. Karena daerah lain sudah dapat semua,” kata Bobby di hadapan warga, merujuk pada kewenangan yang berada di tangan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu.

 

Ia bahkan menduga, data warga yang telah dikumpulkan kemungkinan tidak ditindaklanjuti di tingkat kabupaten.
“Jangan-jangan data bapak dikasih, tapi tidak ditandatangani sama bupatinya. Jadi data itu tidak sampai ke kami,” ujarnya.

 

Pernyataan tersebut langsung disambut keresahan warga. Mereka mengaku sudah berkali-kali didata, bahkan hingga empat kali, namun nama mereka tidak pernah muncul sebagai penerima bantuan.

 

Saat warga meminta kepastian apakah data mereka sudah diterima atau ditandatangani, Gubsu Bobby hanya menjawab singkat, “Tanya camatnya.”

 

Namun jawaban itu justru memantik respons sinis dari warga. “Camat pun gak kenal kami,” celetuk seorang warga, yang disambut tawa heran dari gubernur.

 

Kondisi ini memperlihatkan adanya persoalan serius dalam rantai koordinasi birokrasi, mulai dari tingkat kelurahan hingga kabupaten, yang berdampak langsung pada tersendatnya hak masyarakat korban bencana.

 

Selain soal bantuan, warga juga mendesak percepatan pembangunan tanggul di sepanjang aliran sungai. Mereka mengaku khawatir dengan kondisi tebing sungai yang terus tergerus, bahkan telah menyebabkan beberapa rumah roboh dan hanyut terbawa arus.
“Kalau hujan turun lagi, kami takut kejadian seperti kemarin terulang,” ujar warga.

 

Menanggapi hal itu, mantan Wali Kota Medan itu menyebut pembangunan fisik tanggul diperkirakan baru dimulai paling lambat pada Juni 2026.
“Tanggulnya paling lama mulai dikerjakan fisiknya bulan enam,” kata Bobby.

 

Kunjungan ini sekaligus membuka fakta bahwa persoalan pascabencana di Kabupaten Tapteng bukan hanya soal kerusakan infrastruktur, tetapi juga menyangkut lemahnya tata kelola data dan koordinasi pemerintahan. Di tengah situasi tersebut, warga masih terus menunggu kejelasan antara janji bantuan dan realitas yang tak kunjung datang. (rif)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini

ahmad rivai sibarani akhmad syukri nazry penarik Anggota DPRD Sumut bakhtiar ahmad sibarani Banjir Dan Longsor Sibolga Bawaslu Tapteng Bupati Tapteng darwin sitompul DPRD Tapteng kabupaten tapanuli tengah kabupaten tapteng Kapolres Sibolga kapolres tapteng Kecamatan Barus KEDAN Ketua DPRD Tapteng khairul kiyedi pasaribu Kiyedi-Darwin KEDAN Kota Sibolga Mantan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu pantas maruba lumban Tobing pasar sibolga nauli pelabuhan pelindo sibolga Pelindo Sibolga Pemerintah Kota Sibolga pemilu kabupaten tapanuli tengah 2024 pemilu kota sibolga 2024 pemkab tapteng Pemko Sibolga penarik-pantas Penarik-Pantas PENTAS pentas penyalahgunaan narkotika pilkada kabupaten tapteng 2024 pilkada kota sibolga 2024 pilkada sibolga 2024 pilkada tapteng 2024 Pj Bupati Tapteng Polres Sibolga polres tapteng Rahmansyah Sibarani Tapanuli Tengah Tapteng Wali Kota Sibolga