Gambar – Dump Truck yang dikerahkan dan warga yang bergotong-royong di Lingkungan I Kelurahan Pasar Batu Gerigis dan Dusun II Desa Pasar Tarandam.
TAPTENG, bicarasumut.com || Tiga puluh enam (36) hari setelah banjir besar melanda Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Provinsi Sumatera Utara (Sumut), pada 25 November 2025, pemulihan pascabencana tak kunjung terlihat. Hingga akhir tahun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng belum menunjukkan langkah penanganan yang signifikan di wilayah terdampak.
Di sejumlah lingkungan di Kecamatan Barus, kondisi masih sama seperti saat banjir pertama kali menerjang. Jalan-jalan amblas, rumah warga rusak disapu arus, sementara puing-puing longsoran dibiarkan menggunung, bahkan menutup akses dan menimpa rumah para korban.
Ketiadaan respons konkret Pemkab memaksa warga bertahan dengan kemampuan sendiri. Para korban mulai menimbun jalan yang rusak, membersihkan sisa longsoran, hingga memperbaiki lokasi tempat tinggal mereka secara swadaya, demi bisa kembali beraktivitas.
Di tengah keterbatasan itu, bantuan justru datang dari seorang putra daerah. Bakhtiar Ahmad Sibarani, mantan Bupati Tapteng, turun langsung membantu warga membenahi Barus. Meski tanpa jabatan, ia ikut menggerakkan proses pemulihan di lapangan.
Pada Rabu (31/12/25), Bakhtiar mengerahkan 13 unit Dump Truck untuk mengangkut material sisa banjir dan menimbun jalan akses ke rumah warga korban bencana yang sempat tergenang air menyerupai danau di Lingkungan I Kelurahan Pasar Batu Gerigis dan Dusun II Desa Pasar Tarandam.
Penimbunan dilakukan agar akses jalan kembali bisa dilalui warga, sekaligus mempersiapkan lahan rumah agar para korban dapat segera membangun kembali tempat tinggal mereka.
Sebelumnya, Bakhtiar juga telah menurunkan tiga alat berat berupa ekskavator untuk menormalisasi Sungai Aek Sirahar. Sungai tersebut dikhawatirkan meluap kembali jika hujan turun dengan intensitas tinggi, dan berpotensi mengancam keselamatan warga sekitar.
Selain penanganan fisik, sejak hari pertama bencana Bakhtiar juga menyalurkan bantuan sembako dan membuka dapur umum bagi warga terdampak. Hingga akhir tahun 2025, ia kembali memberikan tali kasih kepada 650 kepala keluarga korban bencana yang merayakan Natal dan Tahun Baru 2026 dalam kondisi darurat.
Meski tak lagi menjabat sebagai kepala daerah, Bakhtiar Ahmad Sibarani yang kini sebagai Ketua DPP Partai NasDem, tetap menunjukkan kepedulian terhadap kampung halamannya, Kabupaten Tapteng. Ia juga dikenal sebagai satu-satunya mantan Bupati Tapteng yang hingga kini memilih tinggal dan menetap di daerah tersebut. (rif)









