Gambar – Sebuah kapal yang diduga transport sedang mengisi BBM disalahsatu APMS di areal PPN Sibolga.
TAPTENG, bicarasumut.com | Diduga terjadi penyelewengan BBM di APMS yang berada di areal Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga, di Jalan Gatot Subroto Pondok Batu Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Dari hasil penelusuran wartawan, sebagian besar kapal yang mengisi BBM di APMS tersebut diduga tidak memiliki dokumen resmi.
BBM milik nelayan tradisional tersebut diduga dimanfaatkan oleh pengusaha nakal yang bekerjasama dengan mafia migas untuk meraup untung besar.
Karena, BBM subsidi tersebut diduga dijual diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) oleh pengusaha APMS kepada para mafia.
Kemudian diketahui, BBM tersebut sebagian besar di timbun di beberapa tangkahan, salahsatunya berada di jalan KH. Ahmad Dahlan Sibolga.
Para mafia BBM ini lalu menjualnya kembali kepada pengusaha kapal perikanan dengan harga yang bervariasi.
Sindikat penyimpangan BBM jenis solar subsidi ini telah berjalan cukup lama, dan diduga telah merugikan keuangan negara.
Oleh karena itu, pihak Pertamina diminta segera mengungkap permainan nakal ini, dan menindak para pengusaha nakal.
Salah seorang pengelola APMS milik perusahaan DKS bernama Udin yang pernah dicoba dikonfirmasi lewat telepon selularnya, tidak bersedia memberi keterangan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan dari pihak Pertamina. Meski demikian, wartawan akan terus mencoba meminta penjelasan dari pihak Pertamina terkait aksi nakal pengusaha APMS tersebut. (rif)









