Gambar – Wali Kota Sibolga dan Wakil Wali Kota saat mengikuti rapat Virtual, didampingi pimpinan DPRD Sibolga dan Manager External Relations Sekretariat Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia
SIBOLGA, bicarasumut.com || Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, bersama Wakil Wali Kota Sibolga, Pantas Maruba Lumban Tobing, mengikuti rapat pelaksanaan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban banjir dan tanah longsor di Kota Sibolga, Provinsi Sumatera Utara. Rapat dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting dari Aula Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Sibolga, Selasa (16/12/25) malam.
Rapat dipimpin oleh Menteri Hukum Republik Indonesia, Dr. Supratman Andi Agtas, S.H., M.H., yang menyampaikan bahwa pembangunan Huntara dan Huntap di Kota Sibolga akan segera direalisasikan pada lokasi yang telah disetujui.
Program ini merupakan bentuk partisipasi Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang sebelumnya telah melakukan peninjauan lapangan dan menyatakan kesiapan mendukung pembangunan hunian bagi warga terdampak bencana.
Menteri Hukum RI menegaskan agar pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan DPRD masing-masing melalui rapat paripurna guna menyetujui proses hibah aset daerah yang dibutuhkan.
Bantuan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia meliputi pembangunan 1.000 unit rumah di Provinsi Aceh, 1.000 unit rumah di Provinsi Sumatera Utara, serta 600 unit rumah di Provinsi Sumatera Barat.
Wali Kota Sibolga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Sibolga telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 5 hektare yang mampu menampung 200 unit rumah. Ia menjelaskan bahwa DPRD Kota Sibolga telah menyetujui hibah lahan tersebut melalui rapat paripurna, sesuai arahan Menteri Hukum RI.
“Lahan yang disiapkan telah sesuai dengan hasil peninjauan bersama Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan siap digunakan untuk pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak,” ujar Wali Kota.
Sementara itu, Manager External Relations Sekretariat Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Andre, menyampaikan bahwa lahan di Kota Sibolga telah dinyatakan siap atau clear and clean. Lokasi tersebut dinilai strategis karena dekat dengan fasilitas umum dan memiliki ekosistem lingkungan yang baik.
Rapat tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat nasional, kepala daerah, serta perwakilan DPRD Kota Sibolga dan pihak terkait lainnya. (red)









