Warga Siap Hadang Alat Berat yang akan Ditarik dari Aek Sirahar oleh Pemkab Tapteng

Gambar- Warga saat beramai-ramai berkumpul di areal pengerjaan tanggul Aek Sirahar untuk menghadang dan menahan Excavator milik Pemkab yang akan ditarik.

TAPTENG, bicarasumut.com || Warga Barus ramai-ramai berkumpul di areal pengerjaan tanggul Aek Sirahar. Mereka berencana akan menghadang dan menahan alat berat berupa excavator milik Pemkab Tapteng yang kabarnya akan ditarik.

Padahal, pengerjaan tanggul Aek Sirahar yang menjadi penyebab banjir di Barus selama ini, belum selesai.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Tapteng Ahmad Rivai Sibarani membenarkan adanya kabar mengenai alat berat yang ingin ditarik oleh Pemkab Tapteng.

Menurutnya, kedatangan warga ke lokasi pengerjaan tanggul, ingin memastikan kalau alat berat tersebut masih tetap bekerja hingga tanggul Aek Sirahar selesai dikerjakan.

“Tadi pagi warga sudah mulai berdatangan ke lokasi Aek Sirahar mana tau alat berat itu jadi diangkat. Tujuan masyarakat datang ke sana meminta agar diselesaikan dulu pengerjaan tanggul di Aek Sirahar, baru alat beratnya ditarik,” kata Rivai Sibarani, Minggu (27/4/2025).

Sejalan dengan perjuangan warga Barus, pria yang hingga kini masih menetap tinggal di Barus ini meminta agar Pemkab Tapteng tidak menarik alat beratnya. Sebab, melihat kondisi tanggul Aek Sirahar, pengerjaannya belum selesai.

“Saya turut jadi korban banjir bersama dengan masyarakat di 6 desa akibat luapan Sungai Aek Sirahar minggu lalu. Kalau sampai alat berar itu langsung dipulangkan sementara pengerjaan belum selesai, kita jadi curiga apa maksud Pemkab menarik alat beratnya, sementara sangat dibutuhkan masyarakat Barus,” tukasnya.

Diketahui, hingga kini alat berat milik Pemkab Tapteng tersebut masih bekerja memperbaiki tanggul Aek Sirahar sejak Selasa 22 April 2025, setelah adanya desakan dari Ketua DPRD Tapteng Ahmad Rivai Sibarani.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tapanuli Tengah, Rahman Husein kepada wartawan membenarkan informasi rencana penarikan alat berat tersebut dari Aek Sirahar.

Menurutnya penarikan tersebut atas perintah Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, yang mau digunakan untuk normalisasi di Aek Tolang Pandan.

“Benar alat beratnya mau ditarik untuk digunakan ke Aek Tolang. Itupun tergantung keputusan Pak Bupatilah besok soal penarikan alat berat itu. Dan sampai sore ini alat berat masih bekerja di Aek Sirahar Barus,” ungkap Rahman.

Sebelumnya, Rahman Husein mengatakan kalau alat berat tersebut akan membuat tanggul sepanjang 150-200 meter di Aek Sirahar Barus. (ril/red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini

ahmad rivai sibarani akhmad syukri nazry penarik Anggota DPRD Sumut bakhtiar ahmad sibarani Banjir Dan Longsor Sibolga Bawaslu Tapteng Bupati Tapteng darwin sitompul DPRD Tapteng kabupaten tapanuli tengah kabupaten tapteng Kapolres Sibolga kapolres tapteng Kecamatan Barus KEDAN Ketua DPRD Tapteng khairul kiyedi pasaribu Kiyedi-Darwin KEDAN Kota Sibolga Mantan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu pantas maruba lumban Tobing pasar sibolga nauli pelabuhan pelindo sibolga Pelindo Sibolga Pemerintah Kota Sibolga pemilu kabupaten tapanuli tengah 2024 pemilu kota sibolga 2024 pemkab tapteng Pemko Sibolga penarik-pantas Penarik-Pantas PENTAS pentas penyalahgunaan narkotika pilkada kabupaten tapteng 2024 pilkada kota sibolga 2024 pilkada sibolga 2024 pilkada tapteng 2024 Pj Bupati Tapteng Polres Sibolga polres tapteng Rahmansyah Sibarani Tapanuli Tengah Tapteng Wali Kota Sibolga