Gambar – Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik didampingi Plt. Kadis PU-PR Sibolga Riwansyah serta rekanan yang mengerjakan pembangunan Huntap.
SIBOLGA, bicarasumut.com || Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik meninjau progres pembangunan Huntap di kawasan GOR Parombunan, Kelurahan Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan, pada Rabu (21/01/26). Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan percepatan pembangunan berjalan sesuai target.
Dalam kegiatan itu, Wali Kota Syukri didampingi Plt. Kadis PU-PR Sibolga, Riwansyah, Kadis PKPLH, Karim Nasution, Kasatpol PP, Rasyid Manalu serta Kepala Bappeda, Justin Marbun.
Wali Kota Syukri mengatakan, pembangunan Huntap merupakan tindak lanjut dari Groundbreaking yang dilakukan Menteri PKP serta Mendagri. Total Huntap yang dibangun di Kota Sibolga berjumlah 200 unit.
“Hari ini kami meninjau progres pembangunan. Saat ini sudah ada 56 unit rumah yang dalam proses pembangunan untuk Huntap korban banjir dan longsor,” katanya.
Mantan Ketua DPRD Sibolga itu menegaskan, seluruh Huntap ditargetkan selesai pada Maret 2026, dengan catatan tidak terkendala cuaca maupun faktor teknis lainnya.
“Kalau tidak ada kendala, bulan tiga sudah selesai sebanyak 200 unit rumah dan siap ditempati warga Kota Sibolga,” ujar Syukri.
Selain target waktu, Syukri juga menekankan aspek kelayakan lahan pembangunan. Menurut dia, sebelum lokasi Huntap ditetapkan, Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga telah meminta badan Geologi untuk melakukan kajian kondisi tanah.
“Kalau ada yang menyampaikan tanahnya labil atau rawan bencana, bisa dilihat sendiri kondisinya. Tanah ini matang dan lokasinya bagus,” ucap suami dari dr. Rahma Saena Nasution tersebut.
Ia menambahkan, penilaian tersebut juga diperkuat saat pelaksanaan Groundbreaking yang dihadiri Menteri PKP serta Mendagri. Kedua menteri tersebut meninjau langsung kondisi tanah dan menyatakan lokasi tersebut layak untuk pembangunan Huntap.
Selain itu, lanjut Syukri menjelaskan Huntap diperuntukkan bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hilang akibat bencana banjir dan tanah longsor. Hunian yang disiapkan tidak hanya berupa bangunan rumah, tetapi juga dilengkapi dengan perlengkapan dasar rumah tangga.
“Sesuai yang disampaikan Yayasan Buddha Tzu Chi, rumah ini sudah lengkap dengan isinya, seperti tempat tidur, kursi, hingga perlengkapan mandi, namun tidak termasuk perangkat elektronik,” tukasnya.
Kawasan GOR Parombunan sebelumnya direncanakan sebagai lokasi pembangunan stadion oleh pemerintahan sebelumnya. Lokasi tersebut juga sempat diusulkan sebagai kawasan sekolah rakyat dan telah mendapat persetujuan dari Kementerian Sosial serta Kementerian Pekerjaan Umum. Namun, rencana itu dialihkan menyusul terjadinya bencana di Kota Sibolga.
“Kami lebih mengutamakan masyarakat. Warga yang rumahnya hilang harus segera memiliki tempat tinggal agar bisa kembali menjalani kehidupan sehari-hari,” tandasnya.
Hingga saat ini, pemerintah kota memastikan proses pembangunan Huntap berjalan tanpa kendala berarti. Syukri menegaskan, pemerintah daerah dan negara hadir untuk memastikan masyarakat terdampak bencana dapat segera pulih dan bangkit. (rif)









