Gambar – Masyarakat saat menghadiri kegiatan Sosialisasi.
SIBOLGA, bicarasumut.com || Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga menggelar sosialisasi pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada 25 November 2025 lalu. Kegiatan ini dilaksanakan tergabung di empat kecamatan dan berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu (19–20 Desember 2025).
Dalam sosialisasi tersebut, Wakil Wali Kota Sibolga, Pantas Maruba Lumban Tobing, mengimbau warga yang bermukim di kawasan rawan bencana atau zona merah agar bersedia direlokasi ke Huntap yang akan dibangun di Kelurahan Aek Parombunan. Relokasi ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana sekaligus langkah mitigasi risiko bencana ke depan.
“Huntap bagi korban banjir dan tanah longsor ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemko Sibolga, Pemerintah Pusat, serta organisasi kemanusiaan Buddha Tzu Chi. Program ini bertujuan menyediakan hunian yang aman dan layak bagi masyarakat terdampak,” ujar Wakil Wali Kota.
Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa seluruh proses dalam program Huntap tidak dipungut biaya. Mulai dari pembangunan rumah hingga pengurusan sertifikat kepemilikan akan diberikan secara gratis kepada korban bencana.
“Selama masa pembangunan, pemerintah juga menyalurkan dana tunggu hunian sebesar Rp600 ribu per bulan kepada korban banjir dan tanah longsor,” tambahnya.
Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait mekanisme pembangunan Huntap serta penyaluran dana tunggu hunian, agar proses pemulihan pascabencana berjalan transparan, tertib, dan tepat sasaran.
Dalam laporannya, Camat Sibolga Utara, Santi Panggabean, menyampaikan bahwa jumlah rumah terdampak bencana di wilayahnya mencapai 242 unit, terdiri dari 124 rumah rusak berat, 23 rusak sedang, dan 95 rusak ringan.
Sementara itu, Camat Sibolga Selatan, Plt. Hafivah Nefriani Sinambela, melaporkan sebanyak 166 rumah terdampak di Kelurahan Aek Manis dan Kelurahan Aek Parombunan, dengan rincian 83 rusak berat, 37 rusak sedang, dan 46 rusak ringan.
Camat Sibolga Sambas, Ardiansyah Panggabean, menyebutkan terdapat 18 rumah terdampak, terdiri dari 8 rusak berat, 4 rusak sedang, dan 6 rusak ringan. Sedangkan Camat Sibolga Kota, Deliana Marito Sidabutar, melaporkan 42 rumah terdampak, dengan rincian 25 rusak berat, 8 rusak sedang, dan 9 rusak ringan.
Kegiatan sosialisasi juga diisi dengan sesi tanya jawab antara masyarakat terdampak dan jajaran Pemko Sibolga guna menampung aspirasi serta menjawab berbagai pertanyaan warga. (red)









