Gambar – Puluhan Taratak Yang Telah Terpasang di Badan Jalan KH. Zainul Arifin dan Sekitar Lokasi di Luar Pelabuhan Lama Acara Peringatan HARGANAS.
SIBOLGA, bicarasumut.com | Kota Sibolga menjadi tuan rumah peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2024 tingkat Provinsi Sumatera Utara.
Pemko Sibolga telah merencanakan kegiatan tersebut akan digelar di Pelabuhan Lama, salah satu objek wisata yang baru saja selesai dibenahi.
Pada acara yang rencananya akan digelar mulai tanggal 24 – 26 Juli 2024 tersebut, Pemko Sibolga menggelar berbagai kegiatan.
Namun ada yang aneh dengan kegiatan Harganas tersebut, dimana saat ini telah berjejer puluhan Taratak jualan di sekitar lokasi acara.
Menurut informasinya, puluhan Taratak bazar yang mengganggu lalu lintas tersebut bukanlah bagian dari acara.

Gambar – Puluhan Taratak Yang Telah Terpasang di Luar Pelabuhan Lama Lokasi Acara Peringatan HARGANAS.
Kehadiran bazar inipun sangat ditentang oleh beberapa pihak, khususnya para pedagang lokal. Pasalnya, bazar yang digelar di setiap momen acara besar Pemko Sibolga ini selalu identik dengan pedagang luar daerah, yang sengaja didatangkan untuk mengisi puluhan Taratak yang telah disiapkan panitia acara.
Tentunya, kedatangan para pedagang luar ini akan mengganggu pendapatan pedagang lokal yang menyewa kios di pusat pasar milik Pemko Sibolga.
Seperti dikatakan Jan Hendrik Simanjuntak, Ketua Harian DPD IPK Kota Sibolga menanggapi bazar yang saat ini sudah mulai beroperasi di areal pelabuhan lama. Menurutnya, kegiatan Harganas harusnya memberi masukan yang positif bagi masyarakat Sibolga, bukan malah merusak perekonomian.
“Kalau yang jualan orang luar, tentu akan merusak penghasilan pedagang lokal. Tentunya lagi, merusak perekonomian Sibolga. Karena, para pedagang luar akan kembali ke asalnya setelah acara selesai, dengan membawa uang hasil penjualan dari Sibolga. Beda kalau pedagangnya orang lokal, uangnya pasti akan berputar di Sibolga juga,” kata Jan Hendrik, Senin (23/7/2024).
Tak hanya itu, dia juga berharap lewat Harganas ini, produk UMKM dapat diperkenalkan. Dengan demikian akan membantu pemasaran produk dan meningkatkan ekonomi masyarakat Sibolga.
Karena, ada 17 Kampung KB yang berlomba-lomba membuat produk berupa makanan dan cenderamata dengan ciri khas tersendiri.
“Dengan diperkenalkannya produk UMKM Sibolga kepada para tamu dan undangan, otomatis juga membantu pemasarannya. Kalau produknya sudah dikenal dan lancar penjualannya, tentu akan sangat membantu para pedagang UMKM Sibolga. Bukan malah produk luar yang diperkenalkan,” ungkapnya.
Harapannya, Pemko Sibolga melalui Wali Kota Sibolga dapat mengevaluasi keberadaan bazar tersebut. Jangan sampai para pedagang menggelar aksi protes dengan turun kejalan, menuntut keadilan dari Pemerintah.
“Agar Pemerintah lebih memperhatikan berjalan nya momen emas Kota Sibolga sebagai penyelenggara HARGANAS se-Sumatera Utara. Dan agar segala kegiatan diluar dari HARGANAS di sterilkan dan di tertibkan demi berjalan nya kegiatan HARGANAS dengan baik dan sukses. Jangan sampai pedagang lokal marah,” pungkasnya. (red)









