Gambar – Ketua DPD Partai Golkar Kota Sibolga, Jamil Zeb Tumory Saat Wawancara.
SIBOLGA, bicarasumut.com | Viral di media sosial, Albar Sikumbang, yang merupakan tim sukses pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga Muhammad Fadhil Toyib Hutagalung-Marojahan Panjaitan menyatakan dalam orasi politik nya bahwa ada 3 Partai Politik yang sudah di “eksekusi” untuk mengusung pasangan FAHAM di Pilkada Sibolga November 2024.
Adapun 3 Parpol yang dimaksud dalam video yang diupload pada tanggal 27 Juli 2024 tersebut diataranya, Golkar, Gerindra dan Demokrat.
Kemudian, Albar juga menyebut dalam video singkat tersebut, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan menyusul bergabung dengan 3 Parpol yang dimaksud.
Menanggapi itu, Ketua DPD II Golkar Sibolga Jamil Zeb Tumori mengaku keberatan dengan pernyataan mantan Anggota DPRD Sibolga, Albar Sikumbang tersebut. Bahkan, Jamil mengaku pihaknya akan segera menempuh jalur hukum.
“Kalau mau Rekom Partai Golkar beretika baiklah. Ada etika politik, ada tatanan politik bukan menuding telah “mengeksekusi” dan pernyataan ini akan kami bawa ke ranah hukum. Karena pernyataan ini disiarkan secara langsung, pernyataan ini melalui IT di tebarkan berita hoax yang harus di pertanggungjawabkan,” tegas Jamil dalam keterangan persnya, Senin (29/7/2024).
Menurut Jamil, pernyataan Albar tersebut menunjukkan sikap tendensius, yang mengarah pada tudingan bahwa Ketua DPP Golkar dan Ketua DPD I Golkar Sumut telah menerima “upeti”.
“Pernyataan yang merendahkan tersebut, pernyataan yang membuat Golkar tersakiti dengan pernyataan bahwa sudah eksekusi. Eksekusi adalah Konotasinya tidak baik, ada hubungannya dengan upeti dan uang,” ungkapnya.
Padahal kata Jamil lanjut menjelaskan, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto telah menyatakan bahwa dalam perolehan dukungan untuk maju pada Pilkada tahun ini, Golkar tidak memungut mahar alias gratis.
“Ketua Umum bang Erlangga Hartanto menyatakan bahwa Golkar ini tanpa mahar rekomendasinya. Golkar ini bersih tidak pakai uang, tapi pernyataan mereka membuat merendahkan pernyataan Ketua Umum Partai Golkar, termasuk Ketua DPW Partai Golkar Sumut bang Musa Rajekshah,” kata Jamil dengan nada lantang.
Jamil meminta agar Albar Sikumbang segera mengklarifikasi, siapa oknum petinggi Golkar yang telah menerima “upeti” dari Paslon FAHAM.
“Silahkan buka siapa petinggi, oknum petinggi Partai Golkar yang menerima uang saudara, eksekusi saudara. Pernyataan ini harus clear, sehingga kami tidak tersakiti,” pungkasnya.
Kalau sampai permasalahan ini tidak segera diklarifikasi oleh Albar Sikumbang, Jamil mengancam tidak akan mengajukan pasangan FAHAM untuk menjadi Balon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga pada Pilkada 2024.
“Ya, kalau ini tidak clear maka rekomendasi pengantaran yang kami akan ajukan ke Sumut atas nama Fadhil dan Marojahan itu, tidak kami ajukan ke Sumut,” tegasnya.
Diketahui bahwa video yang beredar di upload oleh akun Facebook bernama Pardamean Siregar. Dimana saat itu, Marojahan, yang masih aktif menjabat sebagai Dirut Perumda Tirta Nauli Sibolga bersama Albar Sikumbang dan beberapa Tim Sukses pasangan FAHAM lainnya, sedang menggelar pertemuan dengan warga Kampung Kelapa, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota. (red)









