Gambar – Ilustrasi
SIBOLGA, bicarasumut.com | Kasus dugaan korupsi, perekrutan pegawai baru bermahar mencapai ratusan juta rupiah terus bergejolak.
Kalau sebelumnya, sejumlah mahasiswa telah melakukan aksi demo di depan Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, kali ini giliran Kesatuan Aksi Mahasiswa Sibolga – TapTeng (KAMISTA) yang meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Sibolga untuk segera memeriksa Dirut Perusahaan Umum Daerah (Perumda) PDAM Tirta Nauli Sibolga, MP.
Menurut Ketua Umum KAMISTA, Sandy Pradana, MP merupakan orang yang bertanggungjawab dengan perekrutan pegawai baru Perusahaan milik Pemko Sibolga tersebut.
“Kita dapat info, sebanyak 21 orang karyawan baru yang direkrut oleh Perumda Tirta Nauli Sibolga dimintai uang ratusan juta rupiah agar bisa diterima menjadi karyawan pada Perumda Tirta Nauli Sibolga yang melibatkan nama MP sebagai Direktur Perumda Tirta Nauli Sibolga” kata Sandy kepada media di Sibolga, Jum’at (2/8/2024).
Uang hasil perekrutan pegawai baru tersebut diduga rencananya akan digunakan oleh MP sebagai kontribusinya untuk maju pada Pilkada Sibolga 2024 mendatang.
Sebelumnya, isu perekrutan pegawai baru dengan mahar fantastis tersebut telah terungkap pada rapat paripurna DPRD Kota Sibolga yang digelar, Kamis (1/8) kemarin.
Dalam pandangan umumnya, Augustina Mariaty, anggota DPRD Kota Sibolga mengungkapkan besarnya mahar yang dikutip dari masing-masing pegawai baru mencapai angka Rp150 juta.
Selain itu, Sandy juga meminta BAWASLU agar menindak MP yang belakangan sering berkampanye sebagai Balon Wakil Wali Kota Sibolga. Karena, MP diketahui masih berstatus Direktur BUMD aktif pada Perumda PDAM Tirta Nauli Sibolga, yang didalam Undang-undang dilarang untuk berpolitik praktis termasuk berkampanye untuk Pilkada Sibolga 2024 mendatang.
“Bawaslu Sibolga harus menindak tegas MP. Dan MP harus segera mundur dari jabatannya sebagai Direktur BUMD jika ingin terus melakukan kegiatan politik,” tegas Sandy. (red)









