Gambar- Salah satu lokasi terdampak banjir bandang Barus, pinggiran sungai Aek Sirahar yang belum dipasangi karung goni, yakni desa Kampung Mudik.
TAPTENG, bicarasumut.com || Dinas PU-PR Provinsi Sumatera Utara melalui UPT PU-PR Sibolga telah menyerahkan bantuan ke Pemkab Tapteng untuk menanggulangi longsor akibat luapan Sungai Aek Sirahar di Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah (Tapteng).
Adapun bantuan yang diberikan berupa Karung Goni sebanyak 1.000 pcs, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Karung Goni tersebut rencanakan akan diisi pasir untuk membendung air sungai meluap hingga ke badan jalan dan pemukiman warga.
Namun sayangnya, hingga kini Pemkab Tapteng belum memanfaatkan Karung Goni tersebut.
Terbukti, hari ini Barus banjir lagi, pasca hujan deras yang mengguyur Tapteng subuh tadi.
Sebelumnya, Ketua Fraksi NasDem DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani, SH., MH, telah menyampaikan terkait pemberian bantuan 1.000 Karung Goni tersebut sewaktu turun ke lokasi banjir dan meninjau langsung Sungai Aek Sirahar bersama UPTD PUPR Sibolga, Senin (21/4/2025).
“Sesuai laporan dari UPTD PUPR Sumut Cabang Sibolga, mereka sudah menyerahkan 1.000 karung penahan longsor ke Pemkab Tapteng. Untuk lebih jelasnya silahkan teman-teman media konfirmasi ke UPTD PU-PR Sumut Cabang Sibolga,” kata Rahmansyah.
Hal itu juga dibenarkan oleh Kepala UPTD PU-PR Sibolga Anto Oppungsunggu saat dikonfirmasi lewat telepon selularnya, Selasa (22/4/2025).
“Betul, semalam sore sudah diambil oleh BPBD Pemkab Tapteng sebanyak 1.000 karung penahan longsor dari kita. Fungsi karung itu untuk menahan longsor sementara dengan diisi tanah atau pasir,” kata Anto.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Tapteng Nico Sitompul mengaku sangat menyayangkan lambatnya aksi dari Pemkab Tapteng memanfaatkan bantuan Karung Goni dari Pemprov Sumut tersebut.
“Kemarin kami lihat lewat media bahwa jalan yang di depan Masjid Nahdlatul Islah di Kampung Mudik Barus yang ditinjau Pak Rahmansyah Sibarani sudah tergerus hampir setengah badan jalan. Jika tidak segera diatasi, bisa putus nanti jalan itu dan mengancam keberadaan masjid tersebut. Dan peristiwa jembatan rambing yang putus menjadi pelajaran untuk kita atas keterlambatan Pemkab melalui BPBD-nya untuk melakukan tanggap darurat,” ketus Nico.
Nico meminta Pemkab Tapteng agar segera memanfaatkan bantuan Karung Goni dari UPTD PU-PR Sumut Cabang Sibolga tersebut untuk mengantisipasi longsor sementara. (ril/red)









