SIBOLGA, bicarasumut.com || Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, mengajak puluhan anak yatim berbelanja pakaian Lebaran di Pasar Sibolga Nauli, Rabu (18/03/26). Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda tahunannya sejak menjabat pada Februari 2025.
Sebanyak 40 anak yatim dari berbagai lingkungan di Kota Sibolga dibawa menggunakan bus dari rumah dinas wali kota menuju pasar. Setibanya di lantai II, mereka memilih pakaian dan sepatu untuk persiapan Idul Fitri.
“Hari ini ada 40 anak yatim yang kita bawa belanja. Saya sampaikan tadi untuk dua stel pakaian dan satu pasang sepatu atau sandal,” kata Wali Kota Syukri kepada wartawan di sela kegiatan.
Ia tampak mendampingi langsung anak-anak tersebut memilih pakaian. Tidak ada jarak yang terlihat. Syukri beberapa kali membantu menyesuaikan pilihan dengan ukuran dan kebutuhan anak-anak.
Kegiatan ini merupakan tahun kedua yang dilakukannya menjelang Lebaran. Pada tahun sebelumnya, ia juga mengajak jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) untuk terlibat.
Syukri mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan berbagi dengan anak yatim, tetapi juga untuk mendorong aktivitas ekonomi di pasar Sibolga Nauli.
“Ini juga merupakan salah satu tugas kami, menghidupkan kembali Pasar Sibolga Nauli. Dengan cara ini, kita ajak anak-anak yatim berbelanja di sini,” ujarnya.
Menurut dia, langkah itu akan kembali diperluas. Ia berencana menginstruksikan kepala OPD untuk membawa anak yatim berbelanja di pasar yang sama.
“Nanti saya instruksikan kepada kepala dinas atau kepala OPD untuk membawa anak yatim, menyisihkan rezeki mereka dan berbelanja di Pasar Sibolga Nauli,” imbuh Syukri.
Anak-anak yatim dibagi dalam delapan kelompok dan menyebar ke sejumlah toko pakaian dan sepatu. Pola ini membuat banyak pedagang mendapatkan pembeli dalam waktu bersamaan.
Selain sebagai program sosial, kegiatan ini juga mencerminkan pengalaman pribadi Syukri yang pernah menjadi anak yatim sebelum berkarier di politik dan menjabat sebagai Ketua DPRD Sibolga.
Menjelang sore, setelah seluruh anak menyelesaikan belanja, rombongan kembali ke bus dengan membawa pakaian baru. Wajah mereka tampak ceria, menggenggam kantong belanja masing-masing. (rif)









