Gambar- Bangunan Kios yang sedang dikerjakan dilokasi pelataran Pasar Sibolga Nauli yang terbakar.
SIBOLGA, bicarasumut.com | Pelataran pasar Sibolga Nauli yang terbakar beberapa hari lalu kini telah dibangun kembali oleh pedagang.
Ada 6 pelataran yang kini sedang dalam pengerjaan. Tampak, dinding beton yang terbuat dari batako mulai berdiri tinggi. Meski belum rampung, namun bangunan tersebut terlihat seperti bangunan pribadi.
Menurut pedagang lain dan masyarakat sekitar, pembangunan tersebut dibiayai sendiri oleh para pedagang, dengan persetujuan pihak UPT Pasar.
Namun, banyak pedagang lain dan masyarakat yang bertanya-tanya terkait legalitas pelataran tersebut dibangun secara permanen dengan biaya sendiri pedagang korban kebakaran.
“Kudengar, atas persetujuan Kepala Pasar mereka bangun. Tapi, gak tahu apa memang bisa pelataran itu dibangun sendiri, permanen lagi. Sementara, pedagang kan kita tahu sifatnya hanya mengontrak di pasar ini,” kata seorang pedagang yang ditemui di lokasi pembangunan pelataran bekas kebakaran, Senin (10/2/2025).
Terpisah, Johannes Panjaitan, Kepala UPT Pasar Sibolga Nauli yang dikonfirmasi via selularnya membenarkan bahwa pembangunan pelataran tersebut atas sepengetahuannya.
Namun dia berdalih, pembangunan pelataran tersebut secara permanen untuk menghindari kebakaran terjadi lagi.
“Terkait pengalaman kebakaran tempo hari, pedagang berinisiatif untuk membangun dari beton. Karena kalau dari bahan kayu mereka takut hal serupa akan terjadi lagi. Namun kita membuat aturan agar diberi jarak dari rumah warga yang ada disebelah,” kata Johannes.
Meski dibangun permanen menurut Johannes, dalam data UPT Pasar, lapak tersebut tetap tercatat sebagai pelataran, bukan kios.
“Dan dalam data kita lapak tersebut adalah pelataran, sama seperti semula,” ungkapnya.
Namun, saat ditanya aturan hukum yang melegalkan pedagang membangun sendiri pelataran yang merupakan aset Pemerintah Kota Sibolga tersebut, Johannes tidak menjawab. (red)









