Gambar – Ketua PAPDESI Tapteng, Hasdar Efendi
TAPTENG, bicarasumut.com | Belakangan beredar isu adanya pengutipan uang sebesar Rp20 juta per-Kepala Desa di Kabupaten Tapanuli Tengah yang diduga dilakukan oleh organisasi Perkumpulan Aparatur Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI), dengan dalih untuk biaya pelantikan atau pengukuhan perpanjangan masa jabatan Kepala Desa se-Kabupaten Tapanuli Tengah yang digelar, Kamis (4/7/2024) lalu.
Isu tersebutpun dibantah oleh Ketua PAPDESI Tapteng Hasdar Efendi. Menurutnya, isu tersebut sengaja dilontarkan untuk menjatuhkan dirinya, yang belakangan digadang-gadang akan maju sebagai Balon Bupati atau Wakil Bupati Tapteng 2024-2029.
“Sebenarnya kan cuma isu saja. Yang jelas itu tidak benar, bisa dicek ke lapangan. Biasalah ini kan mau Pilkada, bisanya mau membuat jatuh orang,. Macamlah itu, diisukan yang tidak-tidak. Yang jelas, saya nyatakan itu tidak benar,” kata Hasdar membantah isu kutipan Rp20 juta tersebut.
Perkataan Hasdar pada saat diwawancara usai pelantikan Sekdakab Tapteng definitif, Rabu (24/7/2024) sore, sangat membingungkan. Karena, usai membantah melakukan pengutipan, dia kemudian kembali membenarkan adanya kutipan yang dilakukan terhadap para Kepala Desa se-Kabupaten Tapanuli Tengah.
Namun, Hasdar menolak kalau kutipan tersebut dikaitkan dengan pelantikan perpanjangan masa jabatan Kepala Desa.
Menurutnya, sebagai sebuah Paguyuban atau organisasi, yang namanya “kutipan” sudah lumrah mereka lakukan.
“Masalah itukan, kami kan paguyuban. Kalau paguyuban itu PAPDESI hal biasa,” ungkapnya.
Bahkan, Hasdar juga membantah nilai uang yang dikutipnya, bukan sebesar Rp20 juta.
“Sebenarnya bukan Rp20 juta, jangan disalah artikan nanti, siapa bilang Rp20 juta. Kalau kami paguyuban, itu dari dulu sudah biasa itu sebenarnya. Karena orang mempelesetkan, karena ada perpanjangan jabatan kepala desa, dikaitkan orang untuk itu, sebenarnya tidak,” tukasnya.
Sebelumnya, pasca isu pengutipan Rp20 juta per-Kepala Desa tersebut merebak dan menjadi perbincangan publik, Hasdar didampingi kuasa hukum PAPDESI Tapteng Parlaungan Silalahi diketahui menggelar sebuah konferensi pers tertutup dengan sebuah media online.
Tampak pada foto berita, Hasdar berdiri berdampingan dengan Parlaungan Silalahi dan belasan pria yang disebut-sebut merupakan Kepala Desa Tapteng.
Dikutip dari laman berita media online tersebut, Hasdar membantah mengutip uang sebesar Rp20 juta dari setiap Kepala Desa untuk biaya pengukuhan atau pelantikan perpanjangan masa jabatan Kepala Desa se-Kabupaten Tapanuli Tengah.
Menurutnya uang yang dia kutip dari setiap Kepala Desa merupakan hasil kesepakatan bersama, untuk keperluan organisasi PAPDESI. Diantaranya, pembelian baju dinas PDU dan training. Juga untuk keperluan kegiatan sosial serta biaya operasional organisasi.
Anehnya, diakhir berita, Hasdar malah menyebut akan mengembalikan uang yang sudah sempat dia kutip dari 37 Kepala Desa dari 159 Desa se-Kabupaten Tapanuli Tengah tersebut, dengan alasan karena munculnya kegaduhan pasca pengutipan.
Ketika hal itu ditanyakan kepada Hasdar, apakah uang tersebut telah dikembalikan, Hasdar malah membantah pernah mengatakan akan mengembalikan uang tersebut kepada masing-masing Kepala Desa yang sudah menyetor.
“Uang apa yang dikembalikan. Ada nggak saya mengatakan pengembalian. Jelas pernyataan saya, tidak ada itu masalah sampai Rp20 juta untuk perpanjangan SK kepala desa. Hanya itu pernyataan saya,” tukas Hasdar membantah pernyataannya yang tertulis di sebuah media online yang dirilis 18 Juli 2024. (red)









