Gambar- Ketua LSM VOSY Sibolga-Tapteng Poltak Silaban alias Reo-Reo dan Kapal bermuatan Solar diduga Ilegal di Tangkahan Pisi
TAPTENG, bicarasumut.com | Solar Subsidi, yang merupakan jatah masyarakat kecil, menjadi bisnis menarik dikalangan para mafia BBM di Sibolga-Tapteng.
Baru-baru ini, LSM VOSY (Voice Of Society) memergoki sebuah kapal yang mengangkut solar sedang bongkar di tangkahan si Gadang atau yang biasa disebut dengan tangkahan PISI di daerah Pondok Batu Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Ketua VOSY, Poltak Parluhutan Silaban alias Reo-reo kepada wartawan menjelaskan bahwa saat itu, dia dan rekannya Edy Butar-butar mendapat informasi bahwa di tangkahan PISI tersebut marak jual beli Solar Subsidi.
Ternyata, saat tiba di lokasi Poltak dan Edy menyaksikan Solar sedang di pompa dari baby tank yang ada diatas kapal dengan menggunakan selang panjang ke sebuah gudang yang terletak persis disebelah kiri dekat pintu masuk tangkahan.
Dari beberapa orang yang ada di lokasi, tak satupun yang mengaku sebagai pemilik kapal dan juga Solar.
“Pas kami datang, lagi bongkar dari kapal dipompa ke gudang belakang. Ada orang disana, tapi gak bicara,” kata Poltak, Sabtu (7/12/2024).
Poltak menduga, minyak tersebut berasal dari salah satu APMS di daerah Pondok Batu, yang diangkut dengan menggunakan kapal tanpa nomor lambung.
“Kapalnya gak ada mereknya. Kami menduga Solar ini diambil dari APMS,” ungkapnya.
Poltak meminta pihak Polres Tapteng segera mengungkap jaringan mafia migas di tangkahan PISI tersebut.
Karena, aksi terlarang ini menurut Poltak hanya menguntungkan segelintir orang saja, namun merugikan banyak pihak, termasuk negara.
“Jelas sangat menguntungkan bisnis Solar Ilegal ini. Bayangkan harga Subsidi Rp6.800, industri Rp15.000. Kalau subsidi ini dijual dengan harga Rp10.000 perliter, tentu untungnya banyak. Tapi hanya menguntungkan segelintir orang saja. Masyarakat dan negara, dirugikan dengan kelakuan mereka. Makanya, kami minta APH (Aparat Penegak Hukum) agar segera membongkar sindikat ini,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan dari pihak Kepolisian. (red)









