Gambar- Cafe Aido
SIBOLGA, bicarasumut.com || Hingga kini, dinas terkait Pemko Sibolga masih bungkam terkait trotoar di depan Cafe Aido yang hilang.
Kasat Pol PP Sibolga, Dedy Lubis, yang dicoba ditemui di kantornya, tidak berada di tempat. Saat dicoba dikonfirmasi via telepon selularnya, juga tidak menanggapi.
Begitu juga dengan Kadis PU-PR Arif Rahman dan Kadis Perhubungan Agus Sitompul, saat ditemui di kantornya, tidak berada ditempat, dan pesan singkat yang dikirim via WhatsApp tidak dibalas.
Hal ini menimbulkan kecurigaan adanya dugaan kong kalikong antara Dinas terkait dengan pihak pengusaha Cafe yang terletak dijalan Brigjend Katamso tersebut, terkait pembongkaran trotoar jalan tersebut.
“Hilangnya trotoar ini masih menjadi misteri. Kita jadi semakin curiga dengan dinas-dinas terkait ini, kenapa mereka kompak bungkam, ada apa,” tanya Rophin, warga Sibolga sekaligus pengguna jalan yang keberatan dengan hilangnya trotoar di depan Cafe Aido tersebut.

Gambar- trotoar yang tersisa yang seharusnya terhubung/tersambung dengan trotoar yang hilang didepan Cafe Aido.
Pria yang berdomisili di Simaremare ini berharap Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik segera memanggil para dinas terkait untuk mempertanggungkan hilangnya trotoar jalan tersebut.
“Karena belakang ini Wali Kota Syukri saya lihat tengah serius-seriusnya mengembalikan trotoar ke fungsinya semula. Para pedagang yang berjualan diatas trotoar digusur dan diberi tempat yang layak. Agar tata kota Sibolga terlihat indah dan rapi. Para pejalan kaki pun bisa memanfaatkan trotoar sebagaimana fungsinya,” tukas Rophin.
Diketahui, pembangunan Cafe Aido dimulai sejak masa kepemimpinan Wali Kota sebelumnya, Jamaluddin Pohan.
Cafe tersebut diketahui merupakan milik Alok, seorang pengusaha Swalayan terbesar di Kota Sibolga, juga bernama Aido, yang terletak dijalan Diponegoro Sibolga. (red)









