SIBOLGA, bicarasumut.com || Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Sibolga, Provinsi Sumatera utara menggelar seminar peningkatan kapasitas kepala sekolah SD dan SMP negeri maupun swasta, di Aula Cafe 88, pada Kamis, (21/5/26). Seminar bertema “Inovasi dan Kreatifitas Kepala Sekolah Untuk Sekolah Berkualitas” itu menyoroti rendahnya mutu pendidikan hingga pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Ketua PGRI Kota Sibolga, Epentus Bondar, mengatakan kepala sekolah tidak cukup hanya menjadi administrator, tetapi juga harus menjadi pemimpin pembelajaran yang mampu menciptakan inovasi dan perubahan di sekolah.
“Dibutuhkan kepala sekolah yang visioner, kreatif, dan mampu membangun kolaborasi dengan guru, orang tua, serta masyarakat,” kata Epentus.
Ketua Dewan Pendidikan Kota Sibolga, Hendra Syahputra, menilai mutu pendidikan di Kota Sibolga mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir. Ia menyebut kondisi itu menjadi tantangan bagi kepala sekolah sebagai pemimpin di satuan pendidikan.
“Kota kecil seperti Sibolga justru mutu pendidikannya rendah. Ini menjadi tantangan bagi kepala sekolah,” ujarnya.
Hendra juga menyoroti pelaksanaan SPMB, khususnya kuota jalur afirmasi yang dinilai belum optimal. Berdasarkan hasil evaluasi Dewan Pendidikan, banyak kuota afirmasi di sekolah yang tidak terisi meski jumlah keluarga penerima bantuan sosial di Sibolga tergolong tinggi.
Selain itu, ia mendorong adanya pembatasan penggunaan telepon genggam bagi siswa SD dan SMP. Menurut dia, penggunaan handphone berlebihan memengaruhi interaksi sosial anak dan memudahkan akses terhadap konten negatif.
Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sibolga, Rosidah Lubis, menegaskan tidak ada lagi istilah sekolah unggulan di Kota Sibolga. Seluruh sekolah negeri, kata dia, memiliki kedudukan yang sama.
“Tugas kepala sekolah bagaimana menciptakan sekolah yang nyaman, aman, dan memiliki ciri khas sehingga diminati masyarakat,” pungkasnya.
Seminar itu menghadirkan praktisi pendidikan asal Pematangsiantar, Erlina Anriani Siahaan, sebagai narasumber. (rif)








