Gambar – Bersama masyarakat lingkungan I Tambak, Rahmansyah Sibarani dan Aditiya Melvan Tanjung saat Wawancara.
TAPTENG, bicarasumut.com || Satu bulan pascabencana banjir besar, warga Lingkungan I Tambak, Kelurahan Pasar Baru Gerigis, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) masih berjibaku dengan dampak kehancuran yang belum tersentuh penanganan serius pemerintah daerah. Sebanyak 14 rumah warga hancur rusak berat dan kini berubah menjadi aliran air menyerupai danau di tengah permukiman.
Aditiya Melvan Tanjung yang juga kader dari DPD Partai NasDem Tapteng itu menyampaikan, pihaknya kembali turun ke lokasi untuk memastikan langkah pemulihan yang akan dilakukan mulai besok atas instruksi langsung dari Bakhtiar Ahmad Sibarani, mantan Bupati Tapteng periode 2017-2022.
“Besok akan dilakukan penimbunan aliran air di kawasan permukiman ini. Alat berat sudah kita turunkan lebih dulu untuk melakukan normalisasi Sungai Aek Sirahar di Desa Ujung Batu dan Bungo Tanjung,” ujar Aditiya saat berada di lokasi bersama masyarakat, pada Senin (29/12/25).
Ia menjelaskan, sebanyak tiga unit alat berat excavator dan 17 armada dump truck dikerahkan untuk membantu pemulihan pascabencana di Kecamatan Barus. Penimbunan tak hanya dilakukan di Lingkungan I Tambak, tetapi juga diperbantukan ke Pasar Tarandam, Padang Masiang, Kinali, Ujung Batu, Bungo Tanjung, hingga Kampung Mudik.
“Ini bentuk kepedulian pak Bakhtiar Sibarani untuk saudara-saudara kita yang terdampak langsung banjir besar,” kata mantan anggota DPRD Tapteng tersebut.
Di lokasi yang sama, warga menyampaikan keluhan keras atas minimnya kehadiran pemerintah. Darilah Hasugian (60) mengaku, selama satu bulan pascabencana, tidak ada bantuan nyata dari Pemerintah Kabupaten Tapteng.
“Yang ada itu bantuan dari keluarga dan pribadi dari Pak Bakhtiar Ahmad Sibarani, Pak Rahmansyah Sibarani, Ahmad Rivai Sibarani dan Pak Aditiya. Dari pemerintah hanya ada pegawai kecamatan datang minta KK dan KTP, setelah itu tidak ada lagi,” ungkap Darilah.
Ia menyebut, tenda pengungsian dibangun secara swadaya oleh warga, sementara kebutuhan makan sehari-hari diperoleh dari dapur umum yang disediakan oleh Bakhtiar Sibarani.
Keluhan serupa disampaikan Delfiani Siregar (35). Ia mengaku terharu mendengar rencana penimbunan kawasan permukiman mereka.
“Kami sangat berterimakasih kepada Pak Bakhtiar Ahmad Sibarani. Kami bahagia mendengarnya. Semoga beliau lancar rezekinya, sehat selalu,” ucapnya.
Anggota DPRD Sumatera Utara, dari fraksi Partai Nasdem, Rahmansyah Sibarani yang turut hadir di lokasi menegaskan, bahwa kedatangan mereka merupakan perintah langsung dari Bakhtiar Sibarani yang juga menjabat sebagai Ketua DPP Partai NasDem teritorial Aceh tersebut, untuk memastikan kerja alat berat berjalan dan kebutuhan warga benar-benar tertangani.
“Hari ini kami sudah memantau pengerukan Sungai Aek Sirahar di Ujung Batu dan Bungo Tanjung. Mulai besok penimbunan di Lingkungan I Tambak akan dilakukan sebagai bagian pemulihan pascabencana,” kata Rahmansyah, yang juga abang kandung dari Ketua DPP Partai NasDem teritorial Aceh tersebut.
Ia juga melontarkan kritik keras kepada Pemerintah Kabupaten Tapteng dan jajaran Kecamatan Barus yang dinilai abai.
“Saya ingatkan, Barus ini bagian dari Kabupaten Tapteng ya. Jangan dianaktirikan dalam penanganan bencana. Karena kan harus adil untuk semuanya, buktikan saja, Ini bukan lagi masa pilkada. Masyarakat barusan menyampaikan dan sama-sama kita dengar, Bupati dan Camat belum pernah hadir ke lokasi ini,” ketusnya.
Rahmansyah Sibarani yang juga Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Tapteng secara tegas menyebut, Camat Barus tidak pernah turun langsung meninjau kondisi warga terdampak di Lingkungan I Tambak.
“Ini fakta lapangan. Pemerintah harus membuktikan adil untuk semuanya,” pungkasnya. (rif)









