Gambar – Rahmansyah Sibarani dan Kepala Desa juga didampingi Aditiya Melvan Tanjung saat wawancara dilokasi alat berat bekerja di aliran sungai Aek Sirahar.
TAPTENG, bicarasumut.com || Pascabencana banjir yang melanda Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada 25 November lalu, bantuan alat berat kembali diterjunkan, pada Senin (29/12/25) untuk menormalisasi aliran sungai Aek Sirahar dan memulihkan infrastruktur terdampak di Kecamatan Barus. Sedikitnya tiga unit excavator diturunkan atas arahan langsung Bakhtiar Ahmad Sibarani, mantan Bupati Tapanuli Tengah periode 2017–2022.
Aditiya Melvan Tanjung yang juga mantan anggota DPRD Tapteng itu menyampaikan, dirinya ditugaskan langsung oleh mantan Bupati Tapteng tersebut untuk mengoordinasikan penurunan alat berat tersebut ke sejumlah titik terdampak.
“Satu alat sudah bekerja, satu posisi di Sorkam dan satu lagi di Desa Mela 2. Di Mela 2 masyarakat sangat khawatir karena dataran sungai sudah setinggi rumah. Air sedikit saja naik, langsung masuk ke rumah warga,” ujar Melvan kepada Wartawan.
Atas permintaan warga dan setelah berkomunikasi dengan politisi muda Partai NasDem yang juga menjabat sebagai Ketua DPP Partai NasDem teritorial Aceh, Bakhtiar, satu unit excavator akhirnya difokuskan di Desa Mela 2, Kecamatan Tapian Nauli, untuk menormalisasi sungai. Melvan menegaskan alat berat masih bekerja dan dapat dicek langsung oleh media di lapangan.
Selain itu, Bakhtiar Sibarani juga menginstruksikan agar penanganan dilakukan menyeluruh disepanjang aliran sungai Aek Sirahar mulai dari Desa Pasar Tarandam, Padang Masiang, Kinali, Ujung Batu, Bungo Tanjung hingga Kampung Mudik, yang terdampak langsung banjir besar.
Melvan menilai langkah ini sebagai bentuk kepedulian nyata seorang putra daerah terhadap kampung halamannya.
“Kalau merasa putra Barus, jangan hanya mengkritik dan cuap-cuap. Kritik silakan, tapi berbuatlah. Sudah satu bulan pascabencana, silakan media cek dan investigasi, lihat langsung apa saja bentuk kehadiran pemerintah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan Pemerintah Kabupaten Tapteng dan Pemerintah Provinsi Sumut agar berlaku adil dalam penyaluran bantuan.
“Barus ini bagian dari Tapanuli Tengah dan Provinsi Sumatera Utara. Jangan dianaktirikan. Kami mengimbau agar bantuan dibagi rata dan penanganan dilakukan bersama-sama,” tambahnya.
Disisi lain, anggota DPRD Sumut, Rahmansyah Sibarani yang juga abang kandung dari Bakhtiar itu menyampaikan keprihatinan dan kritik tegas terhadap penanganan bencana di Kecamatan Barus.
“Ini bukan lagi masa pilkada. Kami minta Bupati Tapanuli Tengah untuk betul-betul adil untuk semuanya,” ketusnya.
Sebagai Ketua DPD Partai NasDem Tapteng, Rahmansyah menegaskan pihaknya akan menggunakan seluruh hak politik anggota DPRD NasDem di Kabupaten Tapteng untuk mengawal penanganan pascabencana banjir.
Ia juga meminta kepala daerah, dalam hal ini Bupati Tapteng, turun langsung ke lokasi pada siang hari agar kondisi kerusakan terlihat jelas.
“Kami hargai kunjungan Bupati tengah malam, tapi datanglah siang hari. Lihat langsung rumah yang hancur, warga yang masih mengungsi dan membuat tenda sendiri tanpa fasilitasi pemerintah,” katanya.
Rahmansyah menyebut sedikitnya 14 rumah hancur total di Pasar Batu Gerigis, Kecamatan Barus, sementara di sejumlah desa lain Camat bahkan disebut belum mengunjungi warga terdampak bencana.
Tak hanya kepada Bupati, Rahmansyah juga meminta Gubernur Sumut, Bobby Nasution turun langsung dan tidak hanya menerima laporan sepihak.
“Jangan dengar satu sumber saja. Datang dan lihat sendiri apa yang terjadi di Barus saat banjir,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Desa Ujung Batu, Mustapa Husni Tanjung, mewakili lebih dari 237 KK, menyampaikan terima kasih atas respon cepat yang dilakukan mantan Bupati Tapteng dan anggota DPRD Sumut tersebut.
“Banjir di desa kami mencapai lebih dari empat meter. Sebanyak 15 rumah hancur dan hanyut, serta lebih dari 25 rumah rusak berat,” ungkapnya.
Ia menuturkan kondisi desanya hingga kini belum sepenuhnya aman dan masih membutuhkan perhatian serius untuk pemulihan.
Saat ini, satu unit excavator telah mulai melakukan normalisasi Sungai Aek Sirahar, yang mencakup wilayah Kampung Mudik, Bungo Tanjung, Ujung Batu, Padang Masiang, Kinali hingga Pasar Tarandam. (rif)









