Gambar – Iswanto Tanjung Saat Memprotes Tukang Yang Membuka Kunci Pintu Gudang Barang di Pasar Ikan Modern
SIBOLGA, bicarasumut.com | Pasar ikan modern Sibolga kembali ricuh, Kamis (18/7/2024). Kali ini, dikarenakan adanya upaya seseorang yang hendak membuka paksa kunci gudang.
Terungkap dari tukang servis kunci yang mengaku dari Toko Maju Bersama, bahwa dirinya disuruh oleh seseorang bernama Yasran untuk mengganti kunci pintu gudang. Padahal, kunci gudang tersebut dipegang oleh Iswan Tanjung, seorang pengawas gudang di Pasar ikan modern tersebut.
“Mengaku disuruh oleh seseorang bernama Yasran untuk mengganti kunci gudang. Padahal kuncinya masih bagus. Anehnya, kenapa tanpa permisi kepada pihak pengawas. Tukang itu membongkar paksa kunci pintu gudang yang masih bagus dengan kunci yang baru,” kata Iswanto kepada petugas servis tersebut.
Iswanto bersama pekerja gudang lainnya berusaha menghentikan suruhan Yasran tersebut untuk merusak pintu gudang. Karena menurutnya, Yasran bisa meminta dengan baik-baik kunci gudang tersebut kepada mereka.
“Jadi kuncinya ini diserahkan rekanan kepada kami, saya dan Kemaluddin Hutagalung untuk menjaga barang-barang yang ada disini. Jadi kalau kalian mau minta, siapa yang berkompeten minta saja, kami kasih pun. Ini abang buka saja, jadi tolong di pasang lagi, jangan terjadi pengrusakan, kuncinya bagus loh kenapa dibuka. Minta sama saya kuncinya, kok kalian ganti tanpa permisi dulu, barang disitu banyak kali yang aku pertanggungjawabkan. Orang PD SINA nya lah suruh kesini,” ungkapnya.
Sempat terjadi cekcok mulut antara pihak Iswanto dengan Rikki Tobing sebagai penanggungjawab tukang servis, yang juga merupakan pemilik Toko Maju Bersama.
Saat terjadi cekcok, Rikki menyebut kalau mereka hanyalah pekerja, yang disuruh oleh Yasran.
“Kami dari toko maju bersama bang, abang bilang aja sama bos itu ya, kami kan tidak tau, kami kan yang disuruh. Bukan pengrusakan ini bang, kecuali tadi kita tau ini kek gitu, gak mungkin kita asal kerja saja kan. Kami kan disuruh menggantikan kunci, si Yasran yang menyuruh. Dipasang saja kuncinya dulu, baru abang ngomong sama si Yasran. Inikan kami yang disuruh memasangkan bang, kami hanya yang bekerja. Kalau ke kami abang katakan tidak ada wewenang si Yasran, coba pertanyakan sama PD SINA, kami tidak tahu kunci itu ada hubungannya sama abang,” kata Rikki.

Kepada wartawan, Iswanto mengaku sangat kesal dan geram atas ulah beberapa orang yang mengaku sebagai tukang servis tersebut.
Dia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya juga ada pekerjaan pemasangan CCTV di Pasar ikan modern tersebut, yang juga merupakan suruhan Yasran.
“Tadi juga ada pemasangan CCTV, itu pun sama aja, tanpa permisi langsung main pasang-pasang saja, tanpa minta izin dulu ke kita disini sebagai pengawas. Disini rame juga tadi orang, gak ada mereka permisi-permisi main pasang saja, kayak main rambo lah,” ketusnya
Dari keterangan Iswanto diketahui bahwa Yasran yang dimaksud adalah anggota DPRD Sibolga dari Partai Gerindra.
Sebagai warga, Iswanto mengaku miris melihat kelakuan seorang anggota dewan yang dinilai tidak punya etika.
“Jadi yang menggantikan kunci dan yang memasang CCTV tukangnya berbeda. Tapi atas perintah atau suruhan orang yang sama dari si Yasran. Kita pun bingung, dia kan anggota DPRD, kok dia memerintahkan orang kesini sekian puluh orang untuk memaksakan membongkar pintu itu. Kita tegur dipaksakan juga dibongkar sampe kunci pintunya terbongkar dari gemboknya. Dirusak itu pintunya, jadi tadi kan sudah sempat dibongkar,” kata Iswanto dengan nada kesal.
Menurutnya, mereka hanya menunggu pihak BUMD PD. SINA untuk mengambil kunci gudang tersebut. Karena didalam gudang tersebut masih ada barang berupa pancang bangunan pasar ikan modern yang belum dipasang, yang menjadi tanggungjawab mereka.
“Artinya, kami menunggu orang BUMD meminta kunci itu sama kami, supaya barang yang tertinggal disini kami serahkan ke BUMD, apabila barang bukti itu hilang ditangan BUMD, kami gak ada urusan lagi,” pungkasnya. (rif)









